![]() |
| source:http://zenithtaciaibanez.files.wordpress.com/2012/08/tanah-jelekk.jpg |
Dulu...
Segar ragaku menghirup
hamparan daun hijau
Tangkai tinggi menjulang,
senada serempak berwarna terang
Akar menunjam, Menghantam
dan menembus kulit bumi
Kicauan burung menjadi
alunan nada alam, indah begitu indah
Lambaian hijau menggoda
mata
Desiran angin sejukkan
jiwa, ini damai
Sekarang...
Deru gergaji pintar
bersahut-sahutan
Tanpa memedulikan erangan
kesakitan serta rintihan pohonku
Hamparan hijau kini
menjelma menjadi besi-besi kokoh nan tinggi menjulang
Berubah menjadi lautan
pasir yang bentuknya sama sekali tak indah
Kini sulit ku dapat
senyuman serta nyanyian indah burung
Tak ada lagi keceriaan di
angkasa
Dan tanah surga ini
berangsur-angsur mengerucut kering kerontang
Pelepas dahaga menjadi
sesuatu yang langka
Seiring perlakuan manusia
terhadapnya
Hidup ini tak lagi berwarna
Napas ini tak lagi ceria,
semua egois, mungkin aku
Kemana hijauku?
Kembalikan hijauku...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar